Senin, 15 April 2019

Si Kecil Saat Makan Suka Berantakan? Itu Salah Satu Tanda Ucapan Sayangnya Loh Bund

, ,
Si Kecil Saat Makan Suka Berantakan? Itu Salah Satu Tanda Ucapan Sayangnya Loh Bund
Si Kecil Saat Makan Suka Berantakan
Si Kecil Saat Makan Suka Berantakan? Itu Salah Satu Tanda Ucapan Sayangnya Loh Bund - Saat Si Kecil mulai belajar makan sendiri, pasti Bunda akan menemui momen-momen di mana Si Kecil makan dengan berantakan.

Namun proses belajarnya itu bukan hanya berarti Si Kecil tengah berusaha mengerti caranya makan walau berantakan.

Ketika Si Kecil makan berantakan, bermain-main dengan makanannya, bisa jadi itu adalah salah satu caranya mengungkapkan sayangnya Si Kecil pada Bunda.

Dalam hidup anak-anak usia balita, tidak ada yang lebih penting dari keberadaan Ayah dan Bunda.

Si Kecil merasa lebih aman ketika Ayah dan Bundanya ada bersama mereka, dan keberadaan Bundanya sangat penting untuk perkembangannya.

Saat Si Kecil mulai mengenal hal baru, mereka akan semangat membagikannya pada Bunda.

Rasa sayang Si Kecil mungkin belum bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Namun ada beberapa tindakan Si Kecil yang di luar dugaan loh Bund, sebenarnya adalah cara Si Kecil untuk menunjukkan rasa sayangnya.

Si Kecil Saat Makan Suka Berantakan? Itu Salah Satu Tanda Ucapan Sayangnya Loh Bund

Nah Simak 4 cara Si Kecil mengungkapkan perasaan sayangnya.

1. Makan Berantakan dan Bermain-main dengan Makanan.


Mungkin Bunda melihat Si Kecil lebih banyak mengaduk-aduk, menumpahkan, atau bermain-main dengan makanannya.

Tahukah Bunda, bagi Si Kecil makanan merupakan salah satu objek untuk mengeksplorasi pengetahuan dan melakukan eksperimen.

Ketika Si Kecil bermain-main dengan makanannya lalu menunjukkannya pada Bunda, ia tengah membagikan suatu hal yang membuatnya gembira dan berharap Bunda pun merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Si Kecil.

Anak-anak usia balita belum memiliki konsep jelas tentang kehidupan, mereka hanya menuruti rasa penasaran.
Saat ia menemukan hal baru, Si Kecil pasti akan menunjukkannya pada Bunda.

2. Menunda-nunda Kegiatan Ayah dan Bunda.


Bunda pernah buru-buru, tetapi Si Kecil melakukan sesuatu sehingga Bunda harus menunda kegiatan?

Ternyata itu termasuk salah satu cara Si Kecil menunjukkan ia menyayangi Bunda, karena tak ingin berpisah dengan Bundanya.

Balita belum mengerti waktu, sehingga Ayah dan Bunda yang terlihat terburu-buru di matanya seperti hendak berpisah dengan Si Kecil.

Balita tentu lebih memilih untuk selalu bersama orangtuanya.
Ketika ia menunda-nunda kegiatan Ayah dan Bunda, Si Kecil hanya ingin menghabiskan waktu dengan ayah dan Bundanya.

3. Membawa Mainan Kesayangan ke Manapun.


Beberapa balita memiliki mainan atau boneka kesayangan yang harus selalu dibawa ke manapun mereka pergi.

Boneka atau mainan kesayangan Si Kecil dalam konsep balita ternyata dianggap sebagai representasi Bunda dan rasa sayang Bunda, terutama jika Bunda tak bisa menemaninya.

Keinginan Si Kecil terus membawa barang kesayangannya merupakan wujud ia ingin selalu berada di dekat Bunda.
Barang-barang kesayangan itu membuatnya merasa aman, seperti tengah berada di dekat Ayah dan Bunda.

4. Mengulangi Kegiatan Tertentu.


Balita menyukai beberapa hal yang mungkin terkesan terus diulang-ulang, seperti membaca buku yang sama setiap malam, memakai baju yang sama setiap hari, atau meletakkan boneka kesayangannya pada urutan tertentu.

Tiap kegiatan itu, jika Bunda setiap malam membacakan dongeng untuknya, adalah cara Si Kecil untuk merasa nyaman dan aman.

Melakukan hal yang sama seperti rutinitas bagi Si Kecil apalagi jika Ayah dan Bunda terlibat dalam rutinitas itu, merupakan representasi Ayah dan Bunda.

Di mana bagi Si Kecil, ia ingin keberadaan Ayah dan Bunda menjadi sesuatu yang selalu ada dalam hidupnya. Src