Rabu, 08 Mei 2019

Inilah Cara Efektif Mengatasi Tantrum pada Anak

,
Inilah Cara Efektif Mengatasi Tantrum pada Anak
Konten [Tampil]
Cara Efektif Mengatasi Tantrum pada Anak
Inilah Cara Efektif Mengatasi Tantrum pada Anak - Mengatasi tantrum pada anak bukanlah perkara mudah. Ketika anak kerap marah, mengamuk dan membanting barang, Anda perlu menemukan cara yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut. Tantrum sendiri merupakan hal yang cukup wajar pada anak. Meskipun demikian, bukan berarti Anda bisa membiarkannya sehingga anak terus tumbuh dengan emosi yang tidak stabil.

Inilah Cara Efektif Mengatasi Tantrum pada Anak


Tantrum biasa dialami oleh anak berusia 1 sampai 4 tahun. Pada fase ini, anak berusaha mengekspresikan emosi mereka melalui kemarahan, amukan dan tangisan. Sebenarnya ada cara efektif untuk mengatasi tantrum pada anak. Simak penjelasan di bawah ini.

Tips Mengatasi Tantrum Secara Efektif


  • Cari Pengalihan

Ketika anak mulai marah dan mengamuk, Anda bisa mencari pengalihan agar anak melupakan sebab kemarahannya. Anda bisa menunjukkan pada berbagai hal yang mungkin menarik bagi anak seperti mainan, lukisan, hewan, atau makanan. Cara ini cukup efektif untuk meredakan kemarahan anak sehingga tidak timbul tantrum.

  • Tetap Tenang

Sebagai orang tua, Anda perlu untuk tetap tenang ketika melihat anak mengamuk. Ketika melihat Anda marah, anak mungkin merekamnya dalam ingatan dan menjadikannya sebagai contoh. Peganglah anak jika mulai membanting sesuatu. Katakan bahwa perbuatan tersebut tidak baik. Apabila Anda berada di keramaian, sebaiknya pindahlah ke tempat yang lebih tenang.

Memarahi anak yang sedang marah bukanlah tindakan yang efektif. Jika Anda terpancing emosi, bisa jadi suasana justru semakin kacau dan sulit untuk menenangkan anak yang sedang tantrum. Oleh karena itu, berusahalah untuk tetap tenang dan cobalah untuk membujuk anak agar tidak mengamuk.

  • Berbicara pada Anak

Hal ini mungkin cukup sulit untuk dilakukan, apalagi jika emosi anak sudah memuncak. Mereka kesulitan untuk mengungkapkan perasaan melalui lisan sehingga memilih untuk mengekspresikan melalui kemarahan dan amukan. Cobalah untuk berbicara secara perlahan pada anak, terutama pada saat emosi anak telah kembali stabil.

Anda bisa mengatakan bahwa Anda tidak menyukai perilaku buruk yang dilakukannya. Untuk memotivasi anak, Anda bisa memberikan hadiah apabila anak tidak marah dan mengamuk dalam jangka waktu tertentu.