Rabu, 03 Juli 2019

Jenis Pola Asuh Anak yang Rekomended, Ciptakan Generasi Berprestasi dan Empati!

Jenis Pola Asuh Anak yang Rekomended, Ciptakan Generasi Berprestasi dan Empati!
Pola Asuh Anak
Jenis Pola Asuh Anak yang Rekomended, Ciptakan Generasi Berprestasi dan Empati! - Anak sebagai anugrah Tuhan untuk pasangan kekasih dalam pernikahan. Harus dijaga dan dididik sebaik mungkin oleh ke dua orang tuanya. Bukan hanya seorang Ibu, Ayah juga harus turut andil. Pasalnya, buah hati yang mendapatkan kasih sayang dan didikan secara tidak lengkap dari orangtua akan mempengarahi ketidak seimbangan perkembangan psikologinya. So, Ayah maupun Ibu wajib bergantian merawat dan mendidik putra-putrinya.

Banyak kasus yang terjadi di luaran sana, anak terlantar. Orang tua sibuk dengan urusannya masing-masing, melupakan tanggungjawab dalam memberikan simpati dan empati kepada anak. Berbagai jenis realita ditemui, baik secara langsung maupun melalui media. Anak yang mengalami KDRT, dititipkan kepada nenek dan kakeknya atau bahkan orang lain, hingga yang dibuang seolah barang tidak berharga. Banyak mereka yang menikah menginginkan darah daging karena tuntutan budaya. Namun, setelah memilikinya malah disia-siakan.

Jenis Pola Asuh Anak yang Rekomended, Ciptakan Generasi Berprestasi dan Empati! 

Tuhan telah menitipkan buah hati sebagai rezeki terindah. Melarang menentelantarkan, menyakiti, dan menghardiknya. So, jangan abaikan hal itu. Sebelum suatu saat Tuhan menegur bahkan memberikan balasan yang setimpal. Anda perlu mendidik putra-putri secara baik. Dalam pandangan psikologi terdapat berbagai jenis pola asuh anak seperti otoriter, liberal, dan demokrasi.

Otoriter, pola asuh yang bersikap memaksakan kehendak terhadap anak. Memiliki otoritas tunggal, cenderung keras dan egois tanpa mempertimbangkan harapannya. Dalam pandangan psikologi, ini tidaklah tepat. Jika anak tidak memiliki pertahanan diri yang kuat maka kelak dewasa akan menjadi minder, pesimis, gampang menyerah, tidak memiliki jati diri, selalu penurut, plin plan, tidak bisa membuat keputusan sendiri, gampang terpengaruh, tidak memiliki prinsip, hingga bisa berujung pada gangguan paranoid.

Liberal, orang tua tidak terlibat sama sekali dalam pendidikan anak. Membiarkan tanpa pengarahan, bahkan menelantarkan. Sehingga, anak kurang kasih sayang. Pola asuh ini juga tidak tepat. Jika tidak memiliki pertahanan diri yang baik dapat terjerumus pada kenakalan remaja dan semaunya sendiri. Mengalami patologi sosial yakni kriminalitas. Atau biasanya di sekolah menjadi anak yang suka membully. Sebagai pelampiasan untuk mendapatkan perhatian dari pihak lain.

Demokrasi, pola asuh anak yang direkomendasikan oleh pakar psikologi. Orang tua ikut andil dalam mengarahkan dan memberi kasih sayang. Mendidik dengan tetap mempertimbangkan harapan anak. Dengan pola asuh yang tepat, ananda tumbuh dengan mental sehat. Dapat mengembangkan bakatnya dan berprestasi. Namun, tetap memiliki empati terhadap teman.

Semoga bermanfaat artikel mengenai jenis Pola Asuh Anak

Sumber Gambar : https://cdn-asset.jawapos.com/wp-content/uploads/2019/01/sikap-otoriter-bikin-anak-tertekan-simak-3-tips-pola-asuh-yang-tepat_m_191380-640x420.jpeg