Rabu, 04 Desember 2019

Bantu Korban Banjir di Pangkalan Kerinci, Perusahaan Sukanto Tanoto Suplai Kebutuhan Pokok

, ,
Bantu Korban Banjir di Pangkalan Kerinci, Perusahaan Sukanto Tanoto Suplai Kebutuhan Pokok
Konten [Tampil]
Sukanto Tanoto
Bantu Korban Banjir di Pangkalan Kerinci, Perusahaan Sukanto Tanoto Suplai Kebutuhan Pokok - Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia melumpuhkan perekonomian dan membuat warga yang terdampak menderita. Memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri menjadi hal yang jauh lebih sulit saat kondisi seperti ini. Menanggapi hal tersebut, salah satu unit bisnis milik Sukanto Tanoto, yakni Asian Agri langsung mengambil inisiatif untuk menyalurkan bantuan.

Bantu Korban Banjir di Pangkalan Kerinci, Perusahaan Sukanto Tanoto Suplai Kebutuhan Pokok

Sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, Asian Agri merasa memiliki tanggung jawab besar untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan dan membantu menyejahterakan masyarakat sekitar. Saat bencana banjir melanda beberapa wilayah di sekitar area operasinya, perusahaan Sukanto Tanoto ini pun ingin membantu meringankan beban warga terdampak.

Bencana Banjir di Riau

Sama seperti Ibu Kota Jakarta, Provinsi Riau juga dikenal sebagai salah satu provinsi yang menjadi langganan banjir. Hampir di setiap musim penghujan, beberapa wilayah di Provinsi Riau terendam banjir. Setidaknya ada 6 kabupaten yang terdampak. Keenam kabupaten tersebut meliputi Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan.

Tingginya curah hujan menyebabkan beberapa aliran sungai meluap. Salah satunya adalah Sungai Kampar di Kabupaten Kampar. Akibat luapan air sungai, ribuan bangunan terendam banjir hingga melumpuhkan aktivitas warga.

Karena parahnya bencana banjir di Riau, beberapa kabupaten bahkan sempat menetapkan status siaga darurat banjir dan tanah longsor. Setidaknya ada 4 kabupaten yang menetapkan status siaga darurat. Keempat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Indragiri Hulu, Kampar, Rokan Hulu dan Pelalawan.

Melihat kondisi tersebut, Asian Agri yang merupakan salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto merasa tergerak untuk ikut meringankan beban warga yang terdampak banjir. Tepat pada 19 Desember 2019 lalu, salah satu unit bisnis Asian Agri, yakni PT Inti Indosawit Subur (IIS) menyalurkan bantuannya kepada warga yang tinggal di Desa Kuala Terusan, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

Kebutuhan Pokok untuk Warga Terdampak Banjir

Salah satu desa yang dilanda banjir cukup parah adalah Desa Kuala Terusan, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Sejak awal musim penghujan, curah hujan yang begitu tinggi merendam sedikitnya 1378 rumah warga di kawasan ini. Bahkan hingga 7 Januari 2020 lalu, banjir terlihat masih menggenangi 2 unit rumah di Desa Kuala Terusan.

Untuk membantu meringankan beban warga Desa Kuala Terusan, PT Inti Indosawit Subur (IIS) menyalurkan bantuan berupa bahan makanan dan berbagai peralatan untuk keperluan dapur umum. Bantuan ini diserahkan oleh perwakilan perusahaan Sukanto Tanoto pada 19 Desember 2019 lalu.

Sebanyak 135 kardus air mineral, 45 kardus mie instan dan berbagai perlengkapan memasak seperti kompor, panci dan tabung gas disalurkan. Gerak cepat yang dilakukan oleh PT Inti Indosawit Subur (IIS) ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar.

Hendri, Ketua BPD Kuala Terusan merasa sangat terbantu dengan bantuan dari PT Inti Indosawit Subur (IIS). Ia bahkan tidak menyangka bahwa bantuan kebutuhan pokok akan datang secepat itu.
 Mak Khomariah, salah satu warga Desa Kuala Terusan yang telah berusia 71 tahun juga menyatakan apresiasinya atas bantuan dari perusahaan Sukanto Tanoto tersebut. Ia bahkan mendoakan kemajuan perusahaan dan berharap agar PT IIS terus mengingat masyarakat sekitar.

Membawa kebaikan kepada lingkungan sekitar selalu menjadi prinsip dasar bagi perusahaan Sukanto Tanoto. Selain tanggap bencana, Asian Agri juga aktif menjalankan berbagai program pertanggungjawaban sosial, khususnya yang menyangkut kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Demi menghindari eksploitasi alam secara berlebihan, Asian Agri juga selalu menerapkan praktek pertanian dan operasional yang berkelanjutan.